Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pacitan sepanjang Oktober memicu 16 kejadian tanah longsor.
Dampaknya, 28 rumah warga mengalami kerusakan di berbagai kecamatan.
BPBD Pacitan mencatat, 10 rumah rusak di Tulakan, 7 di Nawangan, 3 di Kebonagung, 2 di Pacitan, 2 di Punung, 2 di Tegalombo, serta masing-masing 1 rumah di Arjosari dan Pringkuku.
Selain itu, sejumlah ruas jalan kabupaten juga tertimbun material longsoran.
“Biasanya hujan dengan intensitas cukup deras terjadi tiba-tiba, disertai angin kencang,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, kemarin (31/10).
Radite menegaskan, pihaknya telah memetakan wilayah rawan bencana terutama tanah longsor dan pohon tumbang.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap penyakit musiman yang sering muncul pada masa peralihan cuaca.
“Seluruh petugas telah kami siagakan untuk melakukan penanganan cepat bila terjadi bencana susulan,” jelasnya.
BPBD memperkirakan puncak musim penghujan terjadi Januari 2026.
Sebagai langkah antisipasi, petugas meningkatkan pemantauan di kawasan rawan longsor serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa.
“Kami terus pantau dan siap bergerak cepat bila ada laporan dari warga,” tandas Radite. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto