Jawa Pos Radar Pacitan – Kabupaten Pacitan masuk dalam daftar 17 daerah rawan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.
Status tersebut menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam sebulan terakhir.
Dalam kurun waktu itu, 28 rumah dilaporkan rusak akibat bencana.
Kerusakan tersebar di sejumlah kecamatan: Tulakan (10 unit), Nawangan (7), Kebonagung (3), Pacitan (2), Punung (2), Pringkuku (1), Arjosari (1), dan Tegalombo (2).
Selain itu, dua ruas jalan kabupaten di Nawangan tertimbun material longsor, dan lima talud ambrol di beberapa titik.
Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen menghadapi potensi bencana.
“Seluruh aparatur pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat harus siaga,” ujar Gagarin saat apel siaga bencana di halaman Pendapa Pacitan, Selasa (4/11).
Ia mengingatkan bahwa banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja, seperti bencana besar yang pernah melanda pada 27–28 November 2017.
Kala itu, ribuan rumah rusak dan infrastruktur banyak yang hancur.
Mengutip rilis BMKG Jatim, Gagarin menyebut cuaca ekstrem berpotensi meningkat dalam sepekan ke depan dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Seluruh pihak harus menyiapkan sarana prasarana, membentuk posko kesiapsiagaan, dan rutin memantau informasi dari BMKG, BNPB, serta PVMBG,” pesannya.
Gagarin juga menekankan pentingnya gotong royong dan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI, Polri, dan relawan.
Ia mengingatkan agar informasi kebencanaan yang beredar di masyarakat tetap valid.
“Jangan sampai masyarakat termakan hoaks,” tandasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto