Jawa Pos Radar Madiun - Pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang menghubungkan Pacitan–Wonogiri kembali dipacu.
Dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, Pemprov Jawa Timur menggelontorkan tambahan dana Rp7 miliar untuk mempercepat pelebaran ruas Arjosari–Purwantoro.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Jatim, Budi Harisantoso, menjelaskan tambahan anggaran itu akan digunakan untuk dua pekerjaan prioritas.
“Pertama, lanjutan betonisasi dan pembangunan pelengkap jalan di Desa Tokawi, Nawangan,” ujarnya, Senin (28/10).
“Kedua, overlay atau pelapisan ulang sepanjang 1,30 kilometer di Desa Jeruk, Bandar,” sambungnya.
Fokus di Tokawi dan Jeruk
Menurut Budi, sekitar 2,2 kilometer bahu jalan di Desa Tokawi akan diperkeras untuk mendukung konektivitas antardaerah. Saat ini, proses lelang tengah berjalan.
“Kalau tidak ada kendala, pekerjaan konstruksi dimulai dalam waktu dekat. Target rampung 31 Desember 2025,” ungkapnya.
Sejak awal proyek berjalan, Pemprov Jatim telah melebarkan sekitar 32 kilometer dari total 46 kilometer ruas jalan strategis Pacitan–Wonogiri.
Lebar jalan yang semula hanya 3,5 meter kini mencapai enam meter, memudahkan mobilitas warga dan arus logistik.
Masih Ada 14 Kilometer yang Harus Dikebut
Meski banyak kemajuan, masih tersisa sekitar 14 kilometer ruas yang belum tersentuh pembangunan.
Segmen tersebut mencakup Desa Temon, Arjosari, hingga Gondang, Nawangan, Jetis Lor, dan Tokawi.
Dengan tambahan anggaran ini, masyarakat berharap jalur penghubung Pacitan–Wonogiri benar-benar tuntas sesuai target.
Proyek ini bukan sekadar soal jalan, melainkan tentang membuka peluang ekonomi baru bagi kawasan utara Pacitan.
“Kami fokus menyelesaikan jalur utama agar konektivitas Pacitan ke arah utara makin lancar,” pungkas Budi. (hyo/naz)
Editor : Mizan Ahsani