Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pacitan sebulan terakhir memicu 29 rumah rusak.
Sebanyak 19 di antaranya akibat tanah longsor.
“Intensitas hujan sedang hingga lebat sejak pertengahan Oktober memicu pergerakan tanah di sejumlah titik rawan,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso, kemarin (5/11).
Peristiwa terbaru terjadi di Dusun Panjing, Desa/Kecamatan Bandar, Senin (3/11) sekitar pukul 12.00.
Tebing di belakang rumah milik Hari, warga setempat, longsor dan menimpa sebagian bangunan.
Halaman rumah Giyatun, yang berada di atas lokasi kejadian, juga mengalami retakan.
“Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, lima anggota keluarga di rumah terdampak,” jelas Yagus.
Sebagai langkah darurat, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Warga bersama aparat bergotong royong membersihkan material longsor.
Bantuan berupa terpal disalurkan untuk menutup area longsoran agar tidak melebar.
“Kami juga memasang patok bambu untuk mencegah longsor susulan,” ungkapnya.
Yagus mengimbau warga di wilayah rawan agar meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Pacitan bagian utara.
“BPBD terus memantau kondisi lapangan dan akan memberi pembaruan informasi secara berkala,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto