Jawa Pos Radar Pacitan – Bagi sebagian orang, pengabdian sebatas menjalankan tugas negara.
Namun, bagi Aipda Gatot Dwi Ananta, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pacitan Kota, pengabdian berarti melayani, membina, sekaligus menginspirasi.
Siang hari, Gatot menjalankan tugas menjaga keamanan warga di Kelurahan Sidoharjo.
Sore hari, ia menanggalkan seragam dinas dan menjadi pelatih atletik di Stadion Wijaya Krida.
Di lapangan itu, puluhan anak muda berlari dan berlatih di bawah bimbingannya.
“Selama niat itu tulus, kecil atau besar perbuatan kita akan jadi jejak baik untuk negeri,” ucap Gatot.
Dikenal sebagai wilayah beragam, Sidoharjo dihuni banyak warga pendatang.
Karena itu, Gatot tak hanya menjaga keamanan, tapi juga menumbuhkan toleransi dan kerukunan.
“Bhabinkamtibmas bukan cuma menjaga lingkungan, tapi juga membina kehidupan sosial masyarakat,” tuturnya.
Kecintaannya pada dunia atletik bermula dari panggilan hati, bukan perintah.
Sejak 2022, ia membentuk komunitas atletik yang kini beranggotakan sekitar 80 atlet muda.
Dari latihan sederhana itu lahir prestasi membanggakan.
Beberapa anak asuhnya menyumbang medali untuk Pacitan di Porprov Jatim 2025.
“Bangga rasanya melihat mereka bisa mengharumkan nama daerah,” ungkap Gatot haru.
Namun baginya, prestasi bukanlah segalanya. Yang lebih penting adalah membentuk karakter dan kepribadian.
“Saya ingin anak-anak ini tumbuh bukan hanya jadi atlet hebat, tapi juga manusia yang baik untuk bangsanya,” pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto