Jawa Pos Radar Madiun – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membuka rangkaian kegiatan sosial bertajuk LPS Peduli dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di Kabupaten Pacitan, Selasa (11/11).
Agenda tersebut menjadi pembuka sebelum kegiatan serupa digelar di Ponorogo dan Madiun.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Birr, Dusun Gumulharjo, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku, ini disambut antusias warga.
Tak hanya itu, acara ini turut dihadiri oleh Ririn Subianti, Anggota Komisi 3 DPRD Pacitan dari Dapil Pacitan-Pringkuku.
Sedikitnya 150 peserta dari berbagai kalangan mengikuti layanan kesehatan yang disediakan secara cuma-cuma oleh LPS.
“Ini adalah aksi layanan kesehatan yang kami lakukan di tiga kabupaten di Jawa Timur. Dimulai dari Pacitan, kemudian ke Ponorogo dan Madiun. Tujuannya membantu pemerataan layanan kesehatan, tidak hanya di kota besar,” ujar Bambang Samsul Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan LPS II.
Menurut Bambang, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan moral LPS kepada masyarakat.
Tidak sekadar menghadirkan pemeriksaan gratis, kegiatan ini juga menyertakan sosialisasi peran LPS sebagai lembaga penjamin simpanan yang menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
“Kami ingin meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan. Apalagi pada tahun 2028, LPS juga akan mulai melakukan penjaminan polis asuransi,” jelasnya.
Kegiatan di Pacitan dilaksanakan dengan menggandeng Dompet Duafa dan tenaga medis profesional.
Lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat yang akses kesehatannya masih terbatas.
“Stakeholder lokal lebih tahu wilayah mana yang paling membutuhkan. Kami ingin hadir di tengah masyarakat yang perlu perhatian lebih dalam hal kesehatan,” tambah Bambang.
Seluruh layanan dalam kegiatan LPS Peduli diberikan tanpa pungutan biaya. Peserta juga menerima bingkisan berisi vitamin, alat kesehatan, dan obat-obatan ringan.
“Masyarakat yang datang tidak dipungut biaya sama sekali. Kami pastikan semua warga dilayani dengan baik,” tegas Bambang.
Salah satu peserta, Sumini, warga Desa Watukarung, mengaku terbantu dengan kegiatan ini.
“Alhamdulillah, sangat senang. Biasanya kalau mau periksa harus jauh ke kota. Sekarang bisa gratis di sini, dapat obat dan vitamin juga,” ujarnya.
Bambang memastikan kegiatan sosial seperti ini akan digelar secara rutin di berbagai daerah.
Menurutnya, aksi CSR bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari misi nyata meningkatkan kesadaran kesehatan. “Kadang kita tidak sadar kondisi tubuh sendiri sampai sudah parah. Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah preventif dan kuratif ringan,” tuturnya. (*)