Jawa Pos Radar Pacitan – Program pengembangan Kios Desa Mandiri Produktif (KDMP) di Pacitan belum menunjukkan progres berarti.
Dari total 172 desa dan kelurahan, baru 82 desa yang memiliki gerai aktif.
Sementara sembilan desa baru sampai tahap pengajuan proposal bisnis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Heru Wiwoho menyebut, dari 172 desa itu, hanya 35 desa yang benar-benar memiliki lahan siap dibangun.
“Dari 172 desa, baru 35 desa yang memiliki lahan siap dibangun,” ujarnya kemarin (11/11).
Heruwi, sapaan akrabnya, mengungkapkan masih ada 102 desa yang membutuhkan dukungan pemerintah, sementara 25 desa tidak memiliki lahan yang bisa diusulkan.
Kondisi itu semakin kompleks lantaran 10 desa belum mengusulkan lahan sama sekali, sehingga tidak bisa ikut dalam tahap awal pembangunan.
“Saat ini baru 35 desa yang benar-benar siap membangun gerai KDMP,” tambahnya.
Menurut Heruwi, sejumlah kendala di lapangan turut memperlambat progres.
Mulai dari pembebasan lahan, pembuatan talud dan urugan, keberadaan tiang listrik, hingga lokasi yang berdekatan dengan area kuburan atau sawah di kawasan lindung (LSD).
Tak sedikit pula desa yang belum memiliki bukti kepemilikan lahan, baik berupa pipil maupun sertifikat.
“Itu menghambat proses perizinan dan pembangunan,” tuturnya.
Dari sisi pendanaan, belum ada alokasi biaya untuk pembelian atau pembangunan lahan gerai, baik dari APBDes maupun APBD.
Tipologi wilayah Pacitan yang banyak berupa sawah, lereng, dan perbukitan juga menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan metode cut and fill yang memakan biaya dan waktu lebih lama.
Meski begitu, Heruwi memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong percepatan pembangunan KDMP agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto