Jawa Pos Radar Madiun - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Pacitan belum merata.
Hingga kini, Kecamatan Bandar dan Nawangan tercatat belum menjalankan program tersebut.
’’Dari 46 SPPG yang direncanakan, sebanyak 20 sudah beroperasi penuh, sedangkan 15 lainnya masih tahap pembangunan,’’ ujar Sekda Pacitan Heru Wiwoho, Sabtu (15/11).
Heru tidak menampik bahwa dua kecamatan itu belum memiliki satu pun SPPG yang beroperasi maupun dalam proses pembangunan.
Kondisi tersebut membuat Bandar dan Nawangan tertinggal dalam implementasi program strategis nasional yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah.
’’Sampai saat ini belum ada pembangunan (SPPG),’’ tuturnya.
Sebaliknya, sejumlah kecamatan lain mencatat progres lebih cepat.
Kecamatan Pacitan, Arjosari, dan Punung memiliki lebih dari satu SPPG berstatus aktif atau sedang dibangun.
Bahkan Kecamatan Pacitan dinilai melampaui kuota ideal dengan total 11 SPPG.
Heru menambahkan, dari total 35 SPPG yang beroperasi, sebanyak 21 telah memiliki sertifikat penjamah makanan.
Sementara dua lainnya mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
’’Dua lainnya running memiliki SLHS,’’ ujarnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto