Jawa Pos Radar Pacitan – Peternak kambing di Pacitan tengah tercekik.
Harga jual di tingkat peternak anjlok hingga 40–50 persen dalam beberapa bulan terakhir, sementara biaya pakan justru meroket.
Kondisi itu membuat banyak peternak terancam merugi.
Dodik Prahcoyo, peternak asal Desa Sidomulyo, Kebonagung, mengatakan harga daging lokal yang semula Rp 55–60 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 40–45 ribu.
Di sisi lain, harga pakan naik tajam.
’’Pakan yang dulu Rp 160 ribu per sak sekarang jadi Rp 240 ribu. Harga beli kambing lebih tinggi dari harga jual,’’ ungkap Dodik, Kamis (20/11).
Harga kambing grade A yang pernah tembus Rp 120 ribu per kilogram kini hanya laku Rp 60–70 ribu.
Dodik menilai melemahnya daya beli dan efisiensi anggaran pusat memperparah kondisi.
’’Keran impor daging dibuka, daging dari negara lain masuk mudah. Dampaknya besar ke harga daging lokal,’’ terangnya.
Meski tertekan, Dodik mendorong peternak tetap mencari jalan bertahan.
Salah satunya, membuat pakan alternatif yang lebih murah namun cukup nutrisi.
Ia juga mengusulkan pemda membuka ruang pemasaran langsung antara peternak dan masyarakat.
’’Bazaar daging rutin bisa jadi solusi sederhana yang berdampak,’’ jelas anggota DPRD Pacitan itu.
Dia berharap pemerintah dan pelaku usaha berani berinovasi agar sektor peternakan tidak semakin terpuruk oleh kenaikan biaya pakan dan derasnya impor.
’’Perlu solusi pakan murah supaya peternak tidak terus tertekan,’’ pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto