Jawa Pos Radar Pacitan – Pembangunan Goed President Hotel di Pacitan resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama pengusaha nasional Hermanto Tanoko, Sabtu (29/11).
Hotel berbintang empat bernilai investasi Rp 100 miliar itu dibangun di lahan lebih dari 1,1 hektare di depan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani, Kelurahan Ploso.
Direktur PT Handayani Wisata Samudra, Hermanto Tanoko, mengapresiasi cepatnya dukungan pemerintah daerah.
Ia menyebut perizinan berlangsung tanpa hambatan.
‘’HGB cepat sekali, birokrasi nol hambatan. Izin one day service. Ini yang membuat saya yakin mengajak investor nasional,’’ ujarnya.
Nama Goed President, menurut Hermanto, bukan sekadar label.
Hotel tersebut dirancang sebagai bentuk penghormatan kepada SBY.
‘’Pak SBY mendedikasikan hidupnya bagi Indonesia selama 10 tahun. Stabilitas dan ketenangannya menjadi jiwa hotel ini,’’ imbuhnya.
Goed President Hotel disiapkan sebagai landmark baru Pacitan dengan konsep luxury meets locality.
Sentuhan kolonial kontemporer dipadukan karakter lokal akan diterapkan pada desain bangunan, layanan, hingga kurasi pengalaman tamu.
Fasilitas yang disiapkan meliputi sky lounge dengan panorama pesisir selatan, ruang pertemuan, wellness area, hingga art residency. Proyek ini ditargetkan rampung Mei 2027.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menilai pembangunan hotel tersebut langkah strategis untuk memperkuat citra Pacitan sebagai destinasi unggulan.
‘’Pak SBY adalah mercusuar inspirasi bagi anak-anak Pacitan. Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut menguatkan sektor kreatif,’’ ucapnya.
Dalam sambutannya, SBY menegaskan bahwa pembangunan hotel tersebut menjadi motor ekonomi baru bagi Pacitan.
Ia menyebut Pacitan sebagai 70 Miles of Sea Paradise berkat pantai, gua, dan lanskap yang memanjakan mata.
‘’Kami ingin setiap tamu merasakan harmoni alam, budaya, dan keramahan Pacitan. Keindahan yang harus dinikmati sekaligus dijaga,’’ tandasnya.
SBY juga mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam mendukung iklim investasi.
Ia menutup sambutan dengan pesan optimistis.
‘’Kalau ada yang mudah, kenapa dipersulit,’’ ujarnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto