Jawa Pos Radar Madiun - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi mengumumkan gagasan besar.
Yakni menjadikan Pacitan sebagai kota kecil berkelas dunia layaknya Davos di Swiss.
Rencana itu disampaikan SBY dalam sambutannya saat peletakan batu pertama Goed President Hotel di kawasan Ploso, Pacitan.
Menurut SBY, Davos merupakan contoh kota kecil yang mampu menjadi tuan rumah berbagai dialog global yang dihadiri pemimpin dunia, pelaku bisnis internasional, ilmuwan, hingga masyarakat sipil.
Ia berharap Pacitan juga dapat mengambil peran serupa di masa depan.
“Di Davos, setiap tahun para pemimpin dunia datang. Di Pacitan, kita bisa mengundang tokoh-tokoh global untuk berdialog,” ujar SBY.
Namun, SBY mengakui bahwa Pacitan saat ini masih menghadapi tantangan besar, terutama soal infrastruktur, akomodasi, dan fasilitas pertemuan.
Menurutnya, hal ini ibarat persoalan “ayam dan telur”.
Investor butuh kepastian permintaan, sementara pengunjung membutuhkan fasilitas yang memadai.
Pembangunan Goed President Hotel, hotel bintang empat pertama di Pacitan, diharapkan menjadi langkah awal memperbaiki ekosistem pertemuan dan pariwisata.
SBY menegaskan kehadiran hotel baru tidak akan mematikan hotel kecil yang sudah ada, melainkan saling melengkapi.
“Ekonominya akan bergerak bersama,” ujarnya.
SBY mengungkap rencananya menggelar acara bertajuk Dialogue for Peace, Prosperity, and Sustainability mulai 2026.
Agenda perdana akan berlangsung di Museum dan Galeri Seni SBY-Ani.
Pada 2027, forum tersebut ditargetkan dapat digelar di Goed President Hotel setelah pembangunan rampung.
“Kita mulai dari skala kecil. Undang tokoh-tokoh dunia membahas persoalan global,” kata SBY.
SBY menyebut kekuatan utama Pacitan adalah keindahan alam, khususnya pesisir pantai yang mencapai 70 mil.
“Pacitan punya puluhan pantai indah. Mirip 70 Miles Drive di California,” kenangnya.
Menurut SBY, potensi itu akan menjadi modal besar bagi Pacitan untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional jika dikelola dengan visi yang tepat.
“Dengan pemahaman potensi dan pengalokasian sumber daya yang benar, Pacitan bisa maju,” tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto