Jawa Pos Radar Pacitan – Pacitan mulai menjadi magnet baru bagi investor.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi hingga 24 November 2025 mencapai Rp 939,22 miliar, atau 110,2 persen dari target Rp 852,72 miliar.
Kepala DPMPTSP Pacitan Andi Faliandra menyebutkan capaian tersebut melampaui target tahunan dan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Dibandingkan tahun sebelumnya, nilai investasi Pacitan melonjak signifikan.
“Tahun lalu realisasi Rp 836,55 miliar, sedangkan hingga akhir November 2025 sudah Rp 939,22 miliar,” ungkap Andi, Kamis (4/12).
Kenaikan drastis juga tampak pada akumulasi investasi selama empat tahun terakhir.
Pada 2021–2024, total investasi tercatat Rp 1,9 triliun.
Kini angkanya menyentuh Rp 2,83 triliun, atau naik 78,65 persen.
Meski nilai investasi terus naik, jumlah investor justru menurun.
Tahun 2024 ada 5.786 investor, sementara hingga November 2025 baru tercatat 3.317 investor.
Mayoritas adalah pelaku usaha mikro (3.258 investor), diikuti usaha kecil (55 investor), usaha menengah (1 investor), dan usaha besar (3 investor).
“Kontributor jumlah terbesar masih usaha mikro, tetapi nilai investasi tetap ditopang usaha menengah dan besar,” jelas Andi.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menilai masuknya investor skala besar—khususnya di sektor pariwisata—akan memperkuat posisi Pacitan sebagai destinasi wisata unggulan nasional.
“Dengan hadirnya investor kelas kakap di sektor pariwisata, daya tarik Pacitan semakin kuat. Ini membuka lapangan kerja baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mas Aji. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto