Jawa Pos Radar Pacitan – Penyebaran Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) kembali mengkhawatirkan.
Sepanjang 2025, sedikitnya 13 balita di Pacitan terjangkit, berdasarkan laporan rutin puskesmas.
Penyakit ini dikenal sangat mudah menular, terutama di lingkungan anak-anak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Nur Farida menyebut HFMD lazim menyerang kelompok balita dan anak usia dini.
Virus menyebar cepat melalui kontak langsung, droplet, hingga benda yang terkontaminasi.
“Dilaporkan melalui laporan rutin bulanan puskesmas. HFMD sangat mudah menular,” jelasnya, Selasa (9/12).
Meski umumnya bersifat ringan, Flu Singapura dapat menyebar cepat di rumah, penitipan anak, maupun PAUD.
Nur meminta orang tua waspada dan segera memeriksakan anak jika muncul gejala seperti demam, sariawan, serta ruam atau lepuhan di tangan dan kaki.
Menurutnya, pencegahan HFMD sebenarnya sederhana, namun harus dilakukan konsisten.
“HFMD dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten,” terangnya.
Langkah yang disarankan antara lain, mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik, terutama setelah mengganti popok atau membersihkan ingus.
Menjaga kebersihan lepuhan pada anak yang terpapar; menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor.
Membersihkan mainan, remote, gagang pintu, dan benda yang sering disentuh menggunakan disinfektan.
Menghindari kontak langsung dengan penderita dan tidak meludah sembarangan.
Lalu, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Nur menegaskan kewaspadaan orang tua menjadi kunci untuk menekan angka penularan.
“Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan adalah langkah utama agar penularan dapat ditekan,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto