Jawa Pos Radar Pacitan – Upaya Pemkab Pacitan menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menuju zero case pada 2025 dipastikan gagal.
Data Dinas Kesehatan Pacitan menunjukkan kasus kematian masih terjadi sepanjang tahun ini.
Tercatat tiga ibu meninggal dunia usai melahirkan, sedangkan 57 bayi dilaporkan meninggal selama 2025.
Angka tersebut disampaikan Kepala Dinkes Pacitan, Daru Mustiko Aji, dalam Rakorkesda bertema Optimalisasi Lintas Sektor dalam Cek Kesehatan Gratis 2025 yang digelar di Auditorium Galeri Seni SBY–Ani, Ploso Pacitan, kemarin (10/12).
Daru menegaskan bahwa penanganan AKI–AKB tidak bisa dilakukan hanya oleh Dinkes.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.
“Kita butuh dukungan seluruh stakeholder, terutama peran aktif puskesmas dan pemerintah desa,” tegasnya.
Daru merinci penyebab kematian ibu didominasi perdarahan dan hipertensi kehamilan.
Sementara kematian bayi banyak dipicu berat badan lahir rendah, prematur, serta asfiksia atau kekurangan oksigen.
Karena itu, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas.
Mulai peningkatan deteksi dini risiko kehamilan, optimalisasi peran kader di tingkat desa, hingga pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
Meski target nol kematian belum tercapai, Daru menegaskan komitmen memperkuat kerja sama lintas sektor.
Ia berharap tren penurunan AKI–AKB dapat dicapai pada tahun-tahun mendatang. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto