Jawa Pos Radar Pacitan – Kerusakan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pacitan perlu diwaspadai pengendara, terutama saat berkendara malam hari.
Kondisi ini menjadi perhatian serius menjelang meningkatnya arus lalu lintas pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan mengakui masih banyak titik PJU yang mengalami kerusakan.
Kepala Dishub Pacitan Bambang Marhaendrawan mengatakan, data kerusakan PJU pada Desember masih dalam proses rekapitulasi.
‘’Kerusakan di Desember masih proses rekap,’’ kata Bambang, Senin (15/12).
Kerusakan PJU tersebar di sejumlah ruas strategis, seperti jalur Pacitan–Ponorogo, jalan nasional lintas selatan (Jalur Nasional III), Jalur Lintas Selatan (JLS), hingga jalan kabupaten.
Jenis kerusakan pun beragam, mulai dari aki hilang, kabel putus, hingga lampu yang harus diganti.
Kondisi tersebut membuat beberapa ruas jalan menjadi gelap dan berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
‘’Untuk momen nataru, sudah ada antisipasi,’’ ungkapnya.
Bambang menyebutkan, total terdapat 2.698 titik PJU di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.
Saat ini, Dishub Pacitan melakukan pengecekan secara bertahap, terutama di titik-titik rawan.
Tim PJU juga terus berkoordinasi agar lampu jalan yang padam dapat segera ditangani.
Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan gangguan keamanan.
‘’Yang berpotensi bermasalah bisa diantisipasi lebih awal,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto