Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sarjana Masih Mendominasi Pengangguran Pacitan, Data BPS Ungkap Fakta Ini

Nur Cahyono • Sabtu, 20 Desember 2025 | 23:35 WIB
Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Pacitan Budi Hartono menjelaskan, jika ditinjau berdasarkan jenjang pendidikan, lulusan SMA sederajat masih menjadi kelompok dengan TPT tertinggi.
Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Pacitan Budi Hartono menjelaskan, jika ditinjau berdasarkan jenjang pendidikan, lulusan SMA sederajat masih menjadi kelompok dengan TPT tertinggi.

Jawa Pos Radar Pacitan – Gelar pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjamin kemudahan memperoleh pekerjaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan menunjukkan tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi masih relatif tinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya.

Berdasarkan data ketenagakerjaan BPS Pacitan per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pacitan tercatat 1,40 persen atau sekitar 5,49 ribu orang dari total angkatan kerja.

Angka tersebut memang turun 0,16 poin dibandingkan Agustus 2024, namun fenomena pengangguran terdidik masih menjadi perhatian serius.

Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Pacitan Budi Hartono menjelaskan, jika ditinjau berdasarkan jenjang pendidikan, lulusan SMA sederajat masih menjadi kelompok dengan TPT tertinggi.

“Pada Agustus 2025, TPT lulusan SMA sederajat mencapai 3,15 persen. Disusul lulusan perguruan tinggi dengan TPT sebesar 1,57 persen,” jelasnya, Sabtu (20/12).

Sebaliknya, penduduk berpendidikan SD ke bawah justru memiliki tingkat pengangguran paling rendah.

Dari setiap 100 angkatan kerja berpendidikan SD ke bawah, hanya sekitar satu orang yang tercatat menganggur.

Secara agregat, jumlah angkatan kerja Pacitan pada Agustus 2025 mencapai 392,39 ribu orang atau 80,82 persen dari total penduduk usia kerja sebanyak 485,49 ribu jiwa.

Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan Agustus 2024, yakni berkurang 27,33 ribu orang.

Penurunan angkatan kerja tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah penduduk bekerja sebanyak 26,28 ribu orang, serta penurunan jumlah pengangguran sekitar 1,04 ribu orang.

Saat ini, jumlah penduduk bekerja tercatat 386,90 ribu orang, sementara 5,49 ribu orang masih menganggur.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Pacitan dengan kontribusi 48,96 persen.

Disusul sektor jasa sebesar 34,51 persen dan sektor manufaktur 16,53 persen.

BPS juga mencatat adanya peningkatan jumlah pekerja formal.

Pada Agustus 2025, sebanyak 104,72 ribu orang atau 27,07 persen penduduk bekerja di sektor formal, naik 5,20 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, 72,93 persen tenaga kerja masih berada di sektor informal.

Sementara dari sisi partisipasi, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Pacitan pada Agustus 2025 tercatat 80,82 persen, turun 5,80 poin dibandingkan Agustus 2024.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 88,06 persen, sedangkan perempuan 73,55 persen.

“Perbedaan ini masih dipengaruhi peran gender dalam rumah tangga, di mana laki-laki lebih banyak diposisikan sebagai pencari nafkah utama, sementara perempuan masih dominan pada peran domestik,” tandas Budi. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #pengangguran sarjana Pacitan #tenaga kerja pacitan #TPT Pacitan 2025 #pengangguran terdidik #pengangguran pacitan #data BPS Pacitan