Jawa Pos Radar Pacitan – Rencana pendirian Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon-TP) di Pacitan mulai mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif.
DPRD Pacitan mengusulkan Kecamatan Nawangan sebagai lokasi prioritas pembangunan satuan baru TNI tersebut.
Wakil Ketua DPRD Pacitan Lancur Susanto menyebut dua desa yang dinilai paling layak, yakni Desa Jetis Lor dan Desa Pakis Baru.
Menurutnya, kedua wilayah tersebut memiliki sejumlah keunggulan strategis.
“Kami ingin lokasinya di Kecamatan Nawangan, Desa Jetis Lor atau Pakis Baru,” ujar Lancur, kemarin (22/12).
Lancur menjelaskan, selain memiliki luas wilayah yang memadai, jumlah penduduk di kedua desa tersebut relatif besar.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kuatnya nilai historis kawasan Nawangan dengan perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Terutama ada nilai sejarah yang sangat kuat dengan perjuangan TNI,” ungkapnya.
Keterkaitan Nawangan dengan sejarah TNI tak lepas dari peristiwa perang gerilya yang dipimpin Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Jejak sejarah itu hingga kini masih terawat melalui keberadaan Monumen Jenderal Sudirman (Monjesu) di Desa Pakis Baru.
“Setiap tahun kawasan monumen itu digunakan untuk pendidikan militer,” tambah Lancur.
Menurutnya, keberadaan Monjesu menjadi simbol kuat hubungan emosional antara wilayah Nawangan dan institusi TNI.
Hal tersebut dinilai selaras jika Yon-TP nantinya dibangun di kawasan yang memiliki nilai sejarah perjuangan.
Sebelumnya, Komandan Kodim 0801/Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul telah membenarkan bahwa Pacitan masuk dalam rencana pembangunan Yon-TP.
Dua kecamatan yang disebut berpotensi menjadi lokasi adalah Kecamatan Pringkuku dan Kecamatan Nawangan.
“Ada dua alternatif lokasi, Pringkuku dan Nawangan,” ujar Imam dalam kesempatan terpisah.
Hingga kini, penentuan lokasi masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan TNI. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto