PACITAN – Alokasi Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pacitan terus mengalami penurunan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah provinsi masih menggelontorkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, kini jumlah proyek yang dibiayai langsung dari APBD provinsi kian terbatas.
Pada tahun lalu, BK Provinsi Jatim masih menopang sejumlah proyek infrastruktur strategis di Pacitan.
Di antaranya rehabilitasi Jalan Sukorejo–Klepu di Kecamatan Sudimoro sepanjang 7,40 kilometer dengan nilai anggaran Rp 7,9 miliar, serta rehabilitasi Jalan Ketanggung–Sembowo sepanjang 7,80 kilometer yang mendapatkan alokasi dana Rp 6,8 miliar.
Memasuki tahun anggaran berjalan, porsi pembangunan infrastruktur dari pemerintah provinsi di Pacitan mengalami penurunan cukup tajam.
Salah satu proyek yang masih dibiayai adalah pembangunan Jalan S.A. Tirtoyoso atau akses menuju Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Pacitan sepanjang 1,7 kilometer dengan anggaran Rp 2,8 miliar.
Selain itu, hanya tersisa dua proyek pembangunan jembatan antar-RT. Masing-masing Jembatan Dusun Kwaron, Desa Tambakrejo, dengan nilai anggaran Rp 561 juta serta Jembatan Dusun Tambaan, Desa Tambakrejo, senilai Rp 271 juta.
Seluruh proyek tersebut dikerjakan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jawa Timur, tanpa melalui skema bantuan keuangan ke Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Kepala DPU Bina Marga Jawa Timur Edy Tambeng Widjaya menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama berkurangnya porsi pembangunan infrastruktur di daerah.
Salah satu penyebabnya adalah penurunan penerimaan pajak kendaraan bermotor akibat kebijakan opsen pajak yang diberlakukan.
“Yang utama pembangunan tetap berjalan sesuai kemampuan anggaran, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Meski alokasi pembangunan fisik berkurang, pemerintah provinsi masih memberikan dukungan kepada Pacitan dalam bentuk bantuan material.
Pada tahun ini, Pemprov Jatim menyerahkan sebanyak 500 drum aspal kepada Pemkab Pacitan untuk menunjang kegiatan perbaikan jalan sesuai kebutuhan daerah.
“Bantuan aspal ini silakan dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh daerah,” pungkas Edy. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto