Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pacitan Semakin Canggih! Kelola Sampah Pakai Teknologi AI dan IoT EcoCycle, Pantau Real-Time di 25 Titik

Suci Oktavia • Selasa, 30 Desember 2025 | 15:58 WIB
Pacitan mulai menerapkan teknologi EcoCycle berbasis AI IoT untuk mengelola sampah secara lebih modern.
Pacitan mulai menerapkan teknologi EcoCycle berbasis AI IoT untuk mengelola sampah secara lebih modern.

Jawa Pos Radar Madiun – Wajah pengelolaan lingkungan di Kabupaten Pacitan kini semakin modern.

Sebuah inovasi teknologi bernama EcoCycle resmi diperkenalkan untuk menangani persoalan sampah dengan pendekatan digital yang cerdas.

EcoCycle merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Teknologi ini lahir dari buah kolaborasi apik (hilirisasi riset) antara akademisi Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia dengan mitra industri PT Decaaindo Surya Persada.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Berbeda dengan tempat sampah konvensional, EcoCycle dirancang dengan "otak" pintar. Berawal dari riset akademik yang mendalam, sistem ini mampu:

1. Monitoring Real-Time

Memantau kondisi penuh/tidaknya sampah secara langsung lewat sensor IoT.

2. Analisis Data

Menggunakan AI untuk memberikan data akurat terkait volume dan jenis sampah.

3. Dasar Kebijakan

Menyediakan data analitik bagi Pemkab Pacitan untuk merumuskan strategi pengelolaan kebersihan yang lebih efisien.

Baca Juga: Arteta Beri Sinyal Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari, Arsenal Puncaki Klasemen tapi Pincang

Tersebar di 25 Titik Strategis

Saat ini, implementasi EcoCycle di Pacitan telah menyasar 25 titik strategis.

Fokus utamanya adalah pengelolaan sampah anorganik.

Keberadaan alat ini diharapkan mampu mengurangi potensi pencemaran lingkungan sekaligus mendorong budaya buang sampah yang lebih modern di kalangan masyarakat.

Sinergi Riset dan Industri

Pimpinan PT Decaaindo Surya Persada, Aditya Prihantara, menyebut bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata hilirisasi riset.

Industri berperan memastikan ide akademis bisa beroperasi di lapangan, mulai dari uji coba hingga penyesuaian perangkat dengan kondisi daerah.

"Kolaborasi antara keilmuan dan pengalaman industri menjadi fondasi penting dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berkelanjutan," ujar Aditya.

Sementara itu, pihak IBT Pelita Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan industri membuat riset mereka menjadi relevan dan benar-benar menjawab solusi kebutuhan masyarakat.

Sinergi ini diharapkan menjadi model percontohan pembangunan lingkungan berbasis teknologi di masa depan. (uci/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #ai #sampah #Teknologi #inovasi