Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Viral Penarikan Tiket Camping Pantai Watukarung, Ini Penjelasan Pemkab Pacitan

Nur Cahyono • Selasa, 30 Desember 2025 | 17:00 WIB
PANORAMA ALAM: Keindahan Pantai Watu Karung, Pringkuku, Pacitan, yang ramai dibicarakan usai muncul isu penarikan tiket camping di kawasan tersebut. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
PANORAMA ALAM: Keindahan Pantai Watu Karung, Pringkuku, Pacitan, yang ramai dibicarakan usai muncul isu penarikan tiket camping di kawasan tersebut. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Maraknya aktivitas wisatawan yang berkemah di kawasan pesisir Pacitan memunculkan polemik.

Salah satunya terjadi di Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, terkait penarikan tiket camping yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Isu tersebut mencuat setelah akun Instagram @yafa_zifid mengunggah pengalamannya ditarik biaya tambahan sebesar Rp 25 ribu saat berkemah di Pantai Watukarung.

Biaya itu disebut-sebut sebagai tiket camping yang mengatasnamakan pengelolaan dan pemeliharaan lokasi.

Unggahan tersebut langsung menuai respons warganet dan memantik pertanyaan soal legalitas penarikan biaya di destinasi wisata unggulan Pacitan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Disparbudpora Pacitan Munirul Ichwan menegaskan bahwa pungutan tiket camping Rp 25 ribu tersebut bukan retribusi resmi pemerintah daerah.

“Saat ini masih kami telusuri, siapa yang menarik dan atas dasar apa penarikan itu,” ujar Munirul.

Ia mengaku heran dengan waktu penarikan yang disebut dilakukan pada tengah malam.

Munirul memastikan, hingga kini tidak ada kebijakan kenaikan retribusi wisata, termasuk selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Retribusi masih sesuai Perda 3/2020 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, dan berlaku berbeda-beda di setiap objek wisata,” tegasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #Tiket Camping Viral #Pantai Pacitan #Camping Watukarung #Disparbudpora Pacitan #wisata pacitan #retribusi wisata #Pantai Watukarung