Jawa Pos Radar Pacitan – Kabupaten Pacitan tak hanya dikenal dengan pantai dan gua alamnya.
Daerah berjuluk Kota 1.001 Gua ini juga memiliki destinasi wisata edukatif berupa hutan mangrove, salah satunya Watu Mejo Mangrove Park di Dusun Kiteran, Desa Kembang.
Betty Suryaningsih, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja mengajak anaknya berlibur ke kawasan tersebut.
Selain menikmati suasana alam yang sejuk, anak-anak juga mendapat pengalaman belajar langsung di alam terbuka.
“Sejuk, tenang, dan enak buat foto-foto. Anak-anak juga senang, bisa belajar langsung tentang mangrove,” ujar Betty, Senin (5/1).
Keunikan Watu Mejo Mangrove Park terletak pada lokasinya yang berada di pertemuan hilir Sungai Grindulu dengan air laut Pantai Pancer Door.
Kondisi itu menjadikan kawasan tersebut sebagai habitat ideal bagi pertumbuhan mangrove.
Selain sebagai destinasi wisata, kawasan ini juga dimanfaatkan untuk pembibitan dan penanaman mangrove.
Pengelola Watu Mejo Mangrove Park, Slamet Riyadi, mengatakan pengembangan kawasan konservasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Mulai dari rumah zakat, Universitas Gadjah Mada, hingga masyarakat lokal yang terlibat langsung dalam pengelolaan.
“Ini tidak hanya soal wisata, tapi juga edukasi dan konservasi,” katanya.
Selama momen libur akhir 2025 hingga awal 2026, kunjungan wisatawan meningkat signifikan.
Ribuan pengunjung datang silih berganti untuk menikmati suasana hijau sekaligus belajar mencintai lingkungan.
Bahkan, sebagian wisatawan ikut berpartisipasi menanam bibit mangrove.
“Tak hanya berwisata, ada juga pengunjung yang ikut menanam mangrove,” pungkas Slamet. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto