Jawa Pos Radar Pacitan – Lifter asal Kecamatan Punung, Luluk Diana Tri Wijayana, pulang kampung usai mengharumkan nama Indonesia di SEA Games 2025.
Atlet angkat besi ini sukses menyumbangkan emas ke-23 untuk kontingen Merah Putih dari kelas Women’s 48 kilogram dengan total angkatan 184 kilogram.
Di balik prestasi gemilang tersebut, Luluk mengaku sempat menghadapi tantangan berat pada masa persiapan.
Sekitar dua pekan sebelum keberangkatan ke Thailand, dia mengalami cedera kaki cukup serius.
“Kesulitannya waktu masa persiapan. Sekitar 10 sampai 14 hari sebelum berangkat, kaki saya sempat cedera,” ujar Luluk saat ditemui di Pendapa Kabupaten Pacitan, kemarin (8/1).
Cedera itu bahkan membuat kakinya sempat bengkak dan sulit berjalan.
Berkat pendampingan intensif dari pelatih, kondisinya berangsur pulih hingga akhirnya bisa tampil maksimal di arena SEA Games.
“Dibantu pelatih, dicarikan obat, dikompres, diuap, dan dirawat, akhirnya bisa berangkat ke Thailand,” kenangnya.
Pelatih angkat besi Samsuri menegaskan, setelah meraih emas SEA Games, Luluk kini sepenuhnya masuk dalam skema pembinaan nasional.
Dia tidak lagi turun di ajang daerah seperti Porprov.
“Insya Allah 12 Januari nanti sudah harus ke Jakarta untuk Pelatnas sentralisasi menghadapi Asian Games,” kata Samsuri.
Sementara itu, Pemkab Pacitan menepati janji dengan memberikan bonus dan uang pembinaan.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyerahkan langsung bonus Rp 25 juta kepada Luluk dan Rp 10 juta kepada pelatihnya.
“Ini adalah kebanggaan bagi Pacitan. Tetap semangat berlatih dan fokus, karena perjalanan masih panjang,” pesan bupati. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto