Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Belum Ada Kasus Super Flu di Pacitan, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Nur Cahyono • Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:20 WIB
WASPADA: Petugas kesehatan mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat meski kasus super flu belum ditemukan di Pacitan.
WASPADA: Petugas kesehatan mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat meski kasus super flu belum ditemukan di Pacitan.

Jawa Pos Radar Pacitan – Hingga awal Januari 2026, kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu belum ditemukan di wilayah Pacitan.

Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemantauan surveilans kesehatan rutin di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Nur Farida menegaskan, hingga Kamis (8/1/2026) belum ada laporan kasus terkonfirmasi.

“Belum ada laporan kasus super flu di Pacitan,” ujarnya.

Meski belum ditemukan kasus, Dinkes Pacitan mengimbau masyarakat tidak lengah.

Nur Farida menjelaskan, istilah super flu tidak otomatis berarti virus yang lebih mematikan, melainkan merujuk pada perubahan genetik virus influenza yang saat ini masih dalam pemantauan otoritas kesehatan.

Menurutnya, pencegahan menjadi kunci utama menekan potensi penularan.

Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digencarkan kepada masyarakat.

“Edukasi etika batuk, penggunaan masker saat sakit, rutin mencuci tangan, serta anjuran vaksin influenza terus kami sampaikan,” jelasnya.

Nur Farida menambahkan, gejala influenza A H3N2 subclade K cenderung lebih berat dibanding flu musiman.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi di atas 39 derajat Celcius, rasa lemas ekstrem, hingga gangguan pernapasan.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan sejak dini.

“Komplikasi seperti pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut berat bisa berbahaya jika tidak segera ditangani,” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Pacitan Johan Tri Putranto memastikan hingga kini belum ada pasien dengan diagnosis super flu yang dirawat.

Ia menilai, kondisi ini salah satunya dipengaruhi daya tahan tubuh masyarakat Pacitan yang relatif baik.

“Pada umumnya masyarakat Pacitan memiliki kekebalan tubuh yang cukup baik,” ujarnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #dinkes pacitan #influenza A H3N2 #flu berat #Super Flu #kesehatan pacitan #waspada penyakit menular