Jawa Pos Radar Pacitan – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) tahap II tahun 2026 di Pacitan resmi ditutup Jumat (9/1).
Namun, hingga batas akhir, masih ada 26 jemaah yang belum menuntaskan pelunasan.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Pacitan Bambang Hadi Suprapto menyebutkan, dari total kuota haji Pacitan sebanyak 206 jemaah, baru 180 jemaah yang melunasi biaya haji.
“Masih ada 26 jemaah yang belum melunasi bipih,” ujarnya, Senin (12/1).
Menurut Bambang, tidak dilunasinya bipih tersebut disebabkan berbagai faktor.
Di antaranya jemaah meninggal dunia, serta 18 jemaah diketahui sudah pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya.
“Karena itu mereka tidak melanjutkan proses pelunasan,” jelasnya.
Pada tahap II, jumlah jemaah yang berhak melunasi sebanyak 67 orang, mayoritas berasal dari kuota cadangan.
Hingga kini, Kemenag Pacitan masih memantau perkembangan pelunasan jemaah cadangan tersebut.
“Untuk jemaah cadangan tahap dua masih kami pantau. Jumlah finalnya masih proses,” imbuh Bambang.
Sebagai informasi, besaran bipih bagi jemaah haji Embarkasi Surabaya tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 60.645.422.
Dengan setoran awal Rp 25 juta, maka sisa biaya yang harus dilunasi jemaah sebesar Rp 35.645.422. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto