Jawa Pos Radar Pacitan – Akal pendek Noto Sefriatmoko (29), warga Dusun Krajan Lor, akhirnya terbongkar.
Pria tersebut nekat mengarang cerita pembegalan lengkap dengan luka sayatan di tubuhnya.
Faktanya, peristiwa kriminal itu tidak pernah terjadi.
Kebohongan dilakukan untuk menutupi kenyataan pahit.
Uangnya habis untuk judi online, sementara sepeda motor miliknya sudah digadaikan kepada teman sendiri.
Kapolsek Arjosari Ipda Ferry Ardianto menjelaskan, sandiwara itu dimulai Sabtu malam (10/1) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat pulang ke rumah, Noto mengaku kepada istrinya, Jeni Novasari, menjadi korban pembegalan di Jalan Raya Arjosari–Gondosari, tepatnya di Dusun Gulang.
Dalam pengakuannya, dua orang tak dikenal disebut merampas sepeda motor Yamaha Jupiter hitam bernopol AD 6788 DT beserta uang tunai Rp 1 juta.
Ia juga menunjukkan luka di tangan kiri seolah akibat sabetan senjata tajam.
“Namun setelah dilakukan pendalaman, keterangan tersebut tidak benar. Peristiwa pembegalan itu tidak pernah terjadi,” tegas Ferry, Jumat (16/1).
Penyelidikan polisi justru menemukan fakta sebaliknya.
Sepeda motor yang diklaim dirampas ternyata telah digadaikan Noto kepada rekannya, Arik Andrianto, warga Desa Pagutan, dengan nilai Rp 3 juta. Uang tersebut kemudian ludes untuk bermain judi online.
Kasus ini mulai terbuka setelah polisi menerima laporan masyarakat Senin (12/1). Cerita pembegalan yang terlanjur beredar di media sosial memicu keresahan warga.
“Informasi yang beredar membuat situasi kurang kondusif. Setelah kami klarifikasi, fakta di lapangan tidak sesuai dengan pengakuan pelapor,” ujar Ferry.
Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter, STNK atas nama Purwanto, serta bukti transfer senilai Rp 2,7 juta. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto