Jawa Pos Radar Pacitan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan melakukan pemangkasan pohon-pohon ayoman di sejumlah ruas jalan protokol.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan pohon tumbang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan selama musim penghujan.
Kepala DLH Pacitan Cicik Roudlotul Jannah mengatakan, pemangkasan dilakukan karena banyak pohon peneduh dinilai rawan tumbang saat diterpa hujan deras dan angin kencang.
“Rawan tumbang dan membahayakan pengguna jalan. Karena itu dilakukan pemangkasan,” ujarnya, kemarin (21/1).
Pemangkasan dilakukan selama dua hari, Selasa (20/1) dan Rabu (21/1), dengan menyasar ruas Jalan MT Haryono, RM Suryo, serta Gatot Subroto.
Meski demikian, DLH tidak menyebutkan secara rinci jumlah pohon yang dipangkas.
Menurut Cicik, lokasi pemangkasan menyesuaikan laporan masyarakat.
Namun sebelum tindakan dilakukan, petugas tetap melakukan pengecekan kondisi pohon dan lingkungan sekitar untuk memastikan tingkat risikonya.
“Tidak langsung dipangkas. Petugas mengecek kondisi pohon lebih dulu,” jelasnya.
Ia menegaskan, perawatan rutin pohon peneduh menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana lingkungan.
Selain mengantisipasi potensi pohon tumbang, pemangkasan juga bertujuan menekan risiko kecelakaan lalu lintas di jalur padat kendaraan.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, terutama saat musim hujan,” pungkas Cicik. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto