Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BPBD Revisi Rilis Gempa Pacitan, Dipastikan Gempa Darat Intraslab di Nogosari Ngadirojo

Mizan Ahsani • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:28 WIB
BPBD Pacitan menggelar konferensi pers menjelaskan gempa hari ini, Selasa (27/1).
BPBD Pacitan menggelar konferensi pers menjelaskan gempa hari ini, Selasa (27/1).

Jawa Pos Radar Madiun – BPBD Kabupaten Pacitan merevisi rilis awal terkait gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan.

Gempa yang semula diinformasikan sebagai gempa samudera, dipastikan merupakan gempa darat berdasarkan pembaruan data dari BMKG.

Kepala BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menjelaskan, sejak awal pihaknya meneruskan informasi resmi BMKG.

Pada rilis pertama, gempa disebut sebagai gempa tektonik dengan episentrum di tenggara Pacitan atau wilayah samudera.

Namun, dalam perkembangan terbaru BMKG melakukan koreksi data.

“Namun dalam perkembangannya, BMKG melakukan koreksi. Gempa tersebut ternyata gempa darat,” ujar Erwin saat pers rilis di Media Center BPBD Pacitan, Selasa (27/1).

Sebelumnya, BMKG sempat menyampaikan episentrum gempa berada di Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan.

Akan tetapi, pada rilis terbaru, lokasi episentrum diperbarui dan dipastikan berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Erwin menambahkan, wilayah Pacitan memang memiliki potensi gempa darat karena keberadaan Sesar Grindulu.

Berdasarkan pemetaan BMKG, sesar tersebut membentang dari wilayah Nogosari Kecamatan Ngadirojo, Wonosidi hingga Desa Kluwih Kecamatan Tulakan, Bungur, Jatigunung, ke arah barat hingga Donorojo.

“Pada awalnya kami khawatir gempa darat ini berkaitan dengan aktivitas Sesar Grindulu. Namun hasil koordinasi dengan BMKG Nganjuk memastikan gempa tersebut tidak disebabkan aktivitas sesar, melainkan merupakan gempa intraslab,” jelasnya.

Gempa intraslab merupakan gempa yang terjadi di dalam lempeng tektonik, bukan di batas lempeng.

Dalam kejadian ini, gempa berasal dari pecahan slab Australia yang menghunjam ke mantel bumi.

Fenomena tersebut tergolong jarang terjadi sehingga pada awalnya data mengalami beberapa pembaruan.

Menurut Erwin, gempa memiliki kedalaman sekitar 122 kilometer di bawah permukaan bumi dengan kekuatan 5,7 SR, sehingga termasuk gempa dalam.

Karakteristik gempa dalam biasanya tidak terlalu terasa di wilayah episentrum, namun dapat dirasakan lebih kuat di daerah lain akibat rambatan gelombang.

“Di Pacitan dampaknya relatif kecil. Berbeda dengan wilayah sekitar seperti Trenggalek yang dilaporkan mengalami kerusakan,” katanya.

Meski demikian, BPBD Pacitan tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Ia menegaskan Pacitan memiliki potensi gempa, baik gempa samudera maupun gempa darat.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menambah pengetahuan kebencanaan, memperkuat konstruksi rumah, mengamankan barang di dalam rumah, serta memastikan jalur evakuasi tetap aman,” pungkasnya. (hyo/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bpbd #pacitan #ngadirojo #bmkg #gempa pacitan