Jawa Pos Radar Pacitan – Terpilihnya Festival Ronthek Pacitan dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah.
Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan menegaskan inovasi konsep harus terus dilakukan.
Kepala Disparbudpora Pacitan Munirul Ichwan mengatakan, masuknya Festival Ronthek ke KEN 2026 menjadi motivasi untuk menghadirkan konsep acara yang lebih kuat secara identitas, namun tetap efisien dari sisi pembiayaan.
“Ini motivasi untuk menghadirkan konsep acara yang lebih kuat secara identitas,” ujarnya, Jumat (30/1).
Munirul menegaskan, penguatan konsep Festival Ronthek akan melibatkan masukan dari berbagai pihak, terutama kalangan budayawan.
Menurutnya, festival budaya tidak harus identik dengan biaya besar.
“Harus punya ciri khas dengan biaya seminimal mungkin,” tegasnya.
Ia menilai, Festival Ronthek harus benar-benar tumbuh dari masyarakat.
Dengan begitu, nilai budaya yang adiluhung tetap terjaga, sekaligus mendorong partisipasi warga secara luas.
“Festival ini harus menjadi milik masyarakat, tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang luhur,” katanya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Disparbudpora belum dapat memastikan waktu penyelenggaraan Festival Ronthek 2026.
Penentuan tanggal masih menunggu sinkronisasi dengan agenda Kementerian Pariwisata.
“Kemungkinan tetap di pertengahan tahun seperti sebelumnya, tetapi tanggal dan bulannya masih kami koordinasikan,” jelas Munirul. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto