Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Proyek Jalan Pacitan Anjlok Drastis, Kontraktor Lokal Terancam Sepi Order

Nur Cahyono • Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:15 WIB
Aktivitas perbaikan jalan di Pacitan. Pada 2026, jumlah paket proyek jalan menyusut drastis dan berdampak pada kontraktor lokal. DOK RADAR PACITAN
Aktivitas perbaikan jalan di Pacitan. Pada 2026, jumlah paket proyek jalan menyusut drastis dan berdampak pada kontraktor lokal. DOK RADAR PACITAN

PACITAN – Jumlah proyek pembangunan dan rehabilitasi jalan di Kabupaten Pacitan anjlok drastis pada 2026.

Kondisi tersebut berimbas langsung pada kontraktor lokal yang terancam sepi pekerjaan akibat terbatasnya paket proyek.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pacitan, Imam Syafid, menyebut tahun ini hanya tersedia 41 paket pekerjaan dengan total anggaran Rp 39 miliar.

“Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 23 miliar dan APBD Rp 16 miliar. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 116 paket,” ujarnya, Sabtu (31/1).

Penurunan paling signifikan terjadi pada porsi APBD.

Tahun lalu, meski tanpa sokongan DAK, anggaran Bina Marga masih mencapai Rp 28 miliar. Pada 2026, nilainya menyusut menjadi Rp 16 miliar.

Sebanyak 41 paket pekerjaan tersebut tersebar di seluruh kecamatan, termasuk ruas strategis dan akses wisata seperti Sukoharjo–Buyutan, Candi–Srau, Mentoro–Arjosari, serta Wiyoro–Pagerejo.

Seluruhnya mencakup pekerjaan jalan dan jembatan kabupaten.

Saat ini, sebagian besar paket masih berada pada tahap persiapan pengadaan, khususnya proyek yang bersumber dari DAK.

Durasi pelaksanaan pekerjaan bervariasi, mulai dua hingga lima bulan, tergantung nilai pagu.

“Untuk ruas Mentoro–Arjosari durasi sekitar lima bulan. Paket kecil di bawah Rp 200 juta rata-rata dua sampai tiga bulan,” jelas Imam.

Tahun ini, DPUPR Pacitan juga mulai menerapkan skema mini competition dalam proses pengadaan sebagai uji coba.

Skema tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek sekaligus menyaring rekanan bermasalah.

Kepala DPUPR Pacitan, Suparlan, mengatakan mini competition akan diuji coba awal Februari dengan masing-masing bidang satu paket.

“Rekanan dengan riwayat pekerjaan bermutu buruk akan tersingkir,” tegasnya.

Namun, Suparlan mengakui keterbatasan jumlah paket proyek tahun ini berpotensi menekan kontraktor lokal.

Pasalnya, jumlah kontraktor di Pacitan mencapai ratusan, sementara paket pekerjaan yang tersedia sangat terbatas.

“Jumlah kontraktor ratusan, sementara paketnya sedikit. Mereka juga harus menghidupi keluarga,” pungkasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#proyek jalan pacitan #pacitan #infrastruktur pacitan #anggaran DPUPR Pacitan #kontraktor lokal Pacitan #DAK infrastruktur #proyek jalan 2026 #Efisiensi anggaran daerah