Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dua Keris Koleksi Prabowo Mejeng di Pacitan, Jadi Daya Tarik Pameran Budaya

Nur Cahyono • Kamis, 5 Februari 2026 | 08:30 WIB
Dua keris koleksi Presiden Prabowo Subianto dipajang dalam pameran budaya Luwung Manjang Keris di Perpusda Pacitan. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Dua keris koleksi Presiden Prabowo Subianto dipajang dalam pameran budaya Luwung Manjang Keris di Perpusda Pacitan. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Gelar Budaya Luwung Manjang Keris di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pacitan, kemarin (4/2), terasa spesial.

Dua keris koleksi Presiden RI Prabowo Subianto turut mejeng dalam pameran tersebut.

Selain pusaka kepala negara, pameran juga menampilkan sekitar 80 tosan aji milik sejumlah pejabat Pemkab Pacitan serta unsur forkopimda setempat.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, mengatakan keris milik Presiden Prabowo memang kerap dihadirkan dalam agenda kebudayaan.

“Setiap kegiatan-kegiatan kebudayaan, khususnya di perkerisan, memang dari salah satu koleksi keris Pak Presiden, bahkan ada dua,” jelas Basuki.

Basuki menegaskan, keris bukan hanya pusaka, tetapi juga mengandung nilai luhur.

Menurutnya, keberadaan koleksi tersebut menjadi bentuk komitmen pemajuan kebudayaan.

Keris dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi, pameran, hingga workshop.

“Kebetulan yang kami bawa adalah keris bergaya Bali, dibuat pada era Kerajaan Buleleng di Bali Utara,” imbuhnya.

Terkait pelestarian, Basuki menyebut Kementerian Kebudayaan RI serius menjalankan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai komunitas hingga pemerintah pusat, serta penguatan ekosistem perkerisan secara utuh.

“Semua keris itu mengajarkan bagaimana kita memiliki nilai-nilai dan dedikasi yang tinggi, baik nasionalisme, jiwa ksatria, rasa tanggung jawab, dan lain sebagainya,” paparnya.

Basuki juga menegaskan pentingnya pewarisan budaya kepada generasi muda serta kontinuitas kegiatan agar pelestarian berjalan maksimal.

Menjawab kekhawatiran tentang berkurangnya empu keris, Basuki menyatakan budaya perkerisan justru terus tumbuh sejak keris diakui UNESCO pada 2005.

“Di bawah naungan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SNKI) saja sudah lebih dari 300 paguyuban. Empu-empu jumlahnya ratusan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengaku bangga karena Pacitan dipercaya menjadi lokasi pameran pusaka Presiden.

Menurutnya, tidak mudah menghadirkan koleksi keris milik kepala negara ke daerah.

“Luar biasa sekali, karena meminjam keris itu tidak mudah. Beliau rela meminjamkan untuk dipamerkan di Pacitan, ini tentu sangat luar biasa,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Aji itu.

Mas Aji berharap pameran tersebut mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai historis Gelar Budaya Pacitan.

Diketahui, Gelar Budaya Luwung Manjang Keris digelar di Perpusda Pacitan pada 4–6 Februari 2026, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #Hari Jadi Pacitan 281 #pameran keris pacitan #Tosan Aji #Luwung Manjang Keris #keris koleksi Prabowo