PACITAN – Festival Dai Cilik SD/MI Radar Madiun 2026 tuntas digelar. Pacitan menjadi penutup rangkaian ajang yang berkeliling enam kabupaten/kota se-Karesidenan Madiun sejak 26 Januari hingga 6 Februari.
Puncak kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan, kemarin (6/2).
Sebanyak 30 dai cilik tampil bergantian menyampaikan ceramah.
Mereka membawa pesan-pesan kebaikan menjelang Ramadan.
Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Pacitan Abdul Hamid Aminudin menyebut festival tersebut menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus latihan mental bagi siswa SD dan MI.
Anak-anak tidak hanya dilatih berani tampil di depan publik, tetapi juga dibiasakan mengajak orang lain berbuat baik.
“Apalagi menyambut Ramadan yang sudah di depan mata, pesan-pesan dakwah para peserta sungguh luar biasa untuk memotivasi dirinya sendiri dan pendengarnya. Semua peserta menurut saya adalah juara,” ujarnya.
Amin juga mengapresiasi Radar Madiun dan Jawa Pos TV yang dinilai konsisten menggelar kegiatan positif untuk anak-anak.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai bagian dari pembentukan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, peserta Anastaya Vian mengaku sempat gugup saat tampil.
Namun, dia tetap optimistis bisa menembus lima besar.
“Tadi sempat nervous. Persiapannya lumayan lama, lebih dari dua minggu. Saya ingin bisa masuk lima besar,” ungkapnya.
Guru pendamping MI Al Huda Ploso Dewi menilai festival tersebut memberi pengalaman berharga bagi siswa.
Ajang itu disebut efektif menggali potensi anak sekaligus melatih mental tampil.
“Juara itu bonus. Yang penting membentuk mental anak-anak,” ujarnya.
Dia menambahkan, persiapan peserta dilakukan dengan menekankan keberanian lebih dulu sebelum pendalaman materi.
“Kami latih mental anak dulu baru materi yang ada,” pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto