Jawa Pos Radar Pacitan – Harapan warga yang menunggu bantuan renovasi masjid tahun ini harus ditahan lebih dulu.
Anggaran hibah keagamaan Pemkab Pacitan pada 2026 turun drastis.
Jika pada 2025 hibah keagamaan menyasar 20 titik, tahun ini jumlahnya menyusut menjadi empat titik saja.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Pacitan Ali Basit mengatakan, tahun ini pemkab hanya mengalokasikan hibah keagamaan sebesar Rp 427 juta.
“Tahun ini cuma dianggarkan untuk empat titik dengan total nilai Rp 427 juta,” katanya, Sabtu (7/2).
Hibah tersebut diperuntukkan bagi masjid dan madrasah.
Nilainya merosot jauh dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp 1,1 miliar untuk 20 titik sarana keagamaan.
Ali menyebut, penurunan anggaran hibah tak lepas dari dampak pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Penurunan hibah keagamaan ini karena ada pemangkasan transfer pusat ke daerah,” imbuhnya.
Total pemangkasan TKD yang diterima Pacitan disebut mencapai Rp 99 miliar.
Meski jumlahnya turun, Ali berharap hibah keagamaan tetap bisa membantu peningkatan sarana-prasarana tempat ibadah.
Dengan begitu, masyarakat dapat beribadah lebih nyaman dan aman.
“Jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto