Jawa Pos Radar Pacitan – Program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat dinanti masyarakat.
Namun, pelaksanaannya di Pacitan menghadapi kendala, terutama pada proses pendataan rumah tidak layak huni (RTLH).
“Website itu kadang error, akhirnya baru 5.000 yang terdata,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Pacitan Heru Tunggul Widodo, Minggu (8/2).
Heru mengakui, jumlah RTLH di Pacitan ditaksir mencapai puluhan ribu yang tersebar di 12 kecamatan.
Karena kendala teknis, data yang berhasil masuk hingga akhir tahun masih terbatas.
“Sampai akhir 2025 ternyata 5.000,” ujarnya.
Pacitan sendiri mendapat jatah bantuan 2.500 unit rumah. Angka itu jauh lebih besar dibanding program RTLH reguler yang selama ini diterima.
“Pacitan di program reguler hanya sekitar 30-an rumah. Tahun ini, insyaallah dari kementerian dapat 2.500 rumah,” jelasnya.
Heru berharap, program tersebut bisa membantu menekan angka RTLH di Pacitan, meski masih jauh dari kebutuhan sebenarnya.
“Lumayan, bisa mengurangi,” pungkasnya. (hyo/den)