Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Efek Digitalisasi, Kunjungan Perpustakaan Daerah Pacitan Menurun

Nur Cahyono • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:00 WIB
TERTATA RAPI: Ruang baca Perpusda Pacitan tetap tertata, meski kunjungan 2025 turun 2.716 dibandingkan 2024. FOTO: NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
TERTATA RAPI: Ruang baca Perpusda Pacitan tetap tertata, meski kunjungan 2025 turun 2.716 dibandingkan 2024. FOTO: NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Kunjungan warga ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pacitan menurun dalam dua tahun terakhir.

Derasnya arus digitalisasi disebut menjadi tantangan bagi perpustakaan konvensional.

Data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Pacitan menunjukkan, pada 2025 tercatat 15.445 kunjungan.

Rinciannya, 11.741 pelajar dan 3.704 umum.

Angka itu menurun dibanding 2024 yang mencapai 18.161 kunjungan, terdiri dari 14.092 pelajar dan 4.069 umum.

Artinya, terjadi penurunan 2.716 kunjungan dalam kurun setahun.

Kepala Disperpusip Pacitan Amat Taufan mengakui, gawai menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat lebih memilih hiburan instan ketimbang membaca buku.

Meski begitu, sejumlah inovasi disiapkan agar perpustakaan tetap relevan.

“Salah satunya mengamankan sejarah yang ada di Pacitan dengan membuat buku. Setelah itu ditransformasikan ke video-video pendek, film, sehingga bisa ditonton anak-anak bangsa, generasi penerus,” katanya, Minggu (8/2).

Konten sejarah yang sudah dikemas juga disampaikan lewat edukasi anak, salah satunya melalui ruang dongeng.

“Setelah itu masuk ke ruang dongeng untuk diceritakan, sehingga otak bawah sadar mereka tahu dan bangga terhadap warisan aset sejarah Pacitan,” lanjutnya.

Selain inovasi digital, Disperpusip juga mengoptimalkan perpustakaan keliling.

Layanan tersebut rutin berjalan dan kini menjangkau wilayah sulit diakses.

“Perpustakaan keliling masih jalan, sudah rutin dan terjadwal. Ke sekolah-sekolah yang sulit dijangkau. Bukan hanya roda empat, tapi juga ada roda dua,” jelasnya.

Program tersebut menyasar seluruh wilayah Pacitan.

Saat ada permintaan dari kegiatan tertentu, seperti KKN mahasiswa, pihaknya juga siap turun.

Dengan berbagai terobosan itu, disperpusip berharap perpustakaan tidak lagi dianggap sebagai tempat sepi dan membosankan, melainkan ruang edukasi modern yang ramah generasi muda.

“Kami juga ada bazar buku untuk menumbuhkan kembali minat baca masyarakat Pacitan,” pungkasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #digitalisasi #ruang dongeng #minat baca #perpustakaan keliling #perpusda pacitan #Disperpusip Pacitan #Bazar buku #kunjungan perpustakaan turun