Jawa Pos Radar Pacitan – Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas Arjosari kembali mengirim pasukan dakwah Ramadan.
Lebih dari 300 santri diterjunkan ke tengah masyarakat selama sebulan penuh melalui program dakwah bil hal.
Para santri disebar ke berbagai pelosok Pacitan hingga luar kota untuk membantu aktivitas keagamaan masyarakat selama Ramadan.
Pengasuh Ponpes Tremas KH Lukman Al Hakim Harits Dimyathi menjelaskan, program tersebut dibagi dalam tiga klaster.
Mulai tingkat Ma’had Aly hingga santri kelas akhir aliyah.
Sebanyak 46 mahasantri putra-putri mengikuti program Kuliah Kerja Mahasantri (KKM).
Sementara klaster terbesar berasal dari santri kelas 3 Aliyah putra yang berjumlah hampir 260 orang dan bertugas hingga 1 Syawal.
’’Program ini wajib bagi santri kelas akhir sebelum lulus,’’ ujarnya, kemarin (21/2).
Di lokasi penugasan, santri menjalankan berbagai peran.
Mulai menjadi imam tarawih, pengajar ngaji, pengisi kuliah Ramadan, hingga memimpin kegiatan keagamaan masyarakat.
Mereka juga membimbing TPQ, memimpin tahlil maupun dibaan, serta terlibat dalam kegiatan sosial.
Di masyarakat, momen tersebut kerap disebut sebagai masa santri menjadi “kiai sebulan”.
Menurut Gus Lukman, dakwah bil hal menjadi sarana implementasi ilmu sekaligus melatih mental dan kemampuan bermasyarakat santri.
Penempatan dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa dan muspika agar sesuai kebutuhan wilayah.
’’Ini tradisi Tremas dalam menebar manfaat di tengah masyarakat, khususnya saat Ramadan,’’ tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto