Jawa Pos Radar Pacitan – Seruan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan datang dari kalangan ulama.
Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, K.H. Luqman Al-Hakim Harist Dimyathi, mengingatkan umat Islam agar menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan dan keikhlasan.
Menurut dia, Ramadan merupakan bulan yang sangat mulia dan istimewa dalam ajaran Islam.
Bahkan, satu-satunya nama bulan dalam bahasa Arab yang disambut dengan ungkapan khusus.
“Ini bukan pesan saya pribadi, tetapi pesan agama. Ramadan bulan mulia, bulan spesial. Bahkan satu-satunya bulan dalam bahasa Arab yang disambut dengan kata marhaban. Orang Arab mengatakan marhaban ya Ramadan,” ujarnya, Selasa (24/2).
Dia menjelaskan, kata marhaban atau tarhib menunjukkan bentuk penyambutan penuh kegembiraan, keceriaan, dan hati yang lapang.
Karena itu, Ramadan seharusnya disambut secara istimewa.
“Tarhib atau marhaba ini adalah kata sambutan yang menunjukkan bahwa Ramadan perlu disambut secara spesial, penuh kegembiraan dan keikhlasan. Setiap detik di Ramadan itu penuh makna yang luar biasa,” jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat aktivitas ibadah selama Ramadan.
Umat Islam diajak memperbanyak tadarus sekaligus memahami makna ayat suci.
“Dengan tadarus membaca, dan bagi yang ahli tafsir bisa melakukan tadabur dengan mempelajari tafsirnya,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto