Jawa Pos Radar Pacitan – Penghuni empat rumah di Lingkungan Pucangrejo, Kelurahan Pucangsewu, Pacitan, diliputi kecemasan.
Talud penahan tanah di bawah permukiman mereka longsor, Kamis (26/2) dini hari.
Longsor terjadi sekitar pukul 02.00 saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Gemuruh runtuhan tanah membuat warga panik dan berlarian keluar rumah.
’’Longsor terjadi sekitar pukul 02.00, saat hujan deras,’’ ujar Purwadi, salah seorang pemilik rumah.
Talud yang ambrol memiliki panjang sekitar 25 meter.
Akibatnya, empat rumah warga kini berada di posisi rawan karena tanah penyangga di bawah bangunan tergerus.
Selain rumah Purwadi, bangunan milik Suratno, Edi Santoso, dan Suratman juga terdampak.
Warga mengaku khawatir terjadi longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi.
Menurut Purwadi, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi pada Desember 2025 lalu.
Namun hingga kini belum ada perbaikan permanen sehingga kondisi tanah semakin rapuh.
’’Kalau dibiarkan, kami takut rumah bisa ikut ambrol, sekarang masih musim hujan,’’ ungkapnya yang juga ketua RT setempat.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan maksimal agar ancaman longsor tidak terus menghantui permukiman mereka. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto