PACITAN – Polemik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kebonagung masih menjadi perhatian publik.
Setelah sejumlah wali murid menyampaikan keluhan terkait menu yang dinilai kurang layak, pihak pengelola SPPG Sidomulyo akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Kepala SPPG Sidomulyo Kebonagung Tasaki Fattah Hidayat Afriansyah menyebut sebagian informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta di lapangan.
“Sejak awal pelaksanaan sampai sekarang kami tidak pernah menggunakan keripik tempe,” ujarnya.
Tasaki juga menanggapi keluhan mengenai tidak adanya susu dalam paket MBG selama satu bulan.
Ia menegaskan distribusi susu tetap dilakukan, meski sempat terkendala pasokan.
Menurutnya, dokumentasi pembagian susu dapat dilihat melalui media sosial resmi SPPG.
“Kalau sempat tidak ada, itu karena kelangkaan stok,” jelasnya.
Saat pasokan susu mengalami kelangkaan, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan arahan agar menu diganti dengan alternatif yang memiliki kandungan gizi setara.
Kondisi tersebut, kata Tasaki, tidak hanya terjadi di Kebonagung tetapi hampir merata di wilayah Pacitan.
“Hampir satu Pacitan sama, tidak menggunakan susu karena stok langka sehingga diganti menu pengganti,” tambahnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto