Jawa Pos Radar Pacitan – Warga diminta meningkatkan kewaspadaan selama momen Lebaran. Cuaca ekstrem diprediksi terjadi dalam 10 hari ke depan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, potensi tersebut mengacu prakiraan BMKG.
’’Sesuai prediksi BMKG, cuaca ekstrem terjadi selama Lebaran,’’ ujarnya, Jumat (20/3).
Cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Mulai hujan lebat, banjir, longsor, angin kencang, hingga puting beliung.
’’Dalam sekitar 10 hari diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem,’’ jelasnya.
Menurut Yagus, kondisi itu dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer.
Di antaranya fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat dan atmosfer labil turut memicu pertumbuhan awan konvektif.
’’Berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,’’ katanya.
Warga diimbau tetap waspada dan mengantisipasi potensi bencana selama libur Lebaran. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto