Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo terus bertambah.
Jumlah siswa terdampak melonjak hingga 60 orang.
Sebanyak 14 siswa harus menjalani rawat inap di Puskesmas Tegalombo.
Sisanya menjalani rawat jalan.
Termasuk mendapat penanganan di RSUD dr Darsono Pacitan.
Kabid P2P Dinkes Pacitan Nur Farida mengatakan, lonjakan kasus terjadi sejak Kamis (9/4).
“Mayoritas berasal dari siswa dengan keluhan mual, muntah, dan diare,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Gejala yang muncul mengarah pada dugaan keracunan makanan.
Namun, sumber pasti belum dapat dipastikan.
Dinas kesehatan masih melakukan penyelidikan epidemiologi.
“Belum mengarah ke sumber tertentu, masih dalam pendalaman,” jelasnya.
Sejumlah sampel telah diambil untuk memastikan penyebab.
Meliputi muntahan dan feses pasien, serta sisa makanan.
Pengujian dilakukan di dua laboratorium berbeda.
Sampel pasien dikirim ke Surabaya.
Sedangkan sampel makanan diuji di Yogyakarta.
“Hasil diperkirakan keluar lima hari,” katanya.
Salah satu wali murid, Resti Martini, mengaku anaknya mulai mengalami gejala sejak Kamis pagi.
Muntah terjadi berulang hingga malam disertai diare.
“Karena tidak sembuh, kami bawa ke puskesmas,” ujarnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto