PACITAN – Distribusi program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo, Pacitan, dihentikan sementara.
Kebijakan itu diambil setelah muncul dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pacitan Listiana Asworo membenarkan penghentian tersebut.
“Dihentikan sementara, tidak ada pendistribusian dulu,” ujarnya, Selasa (14/4).
Program MBG di wilayah tersebut dijalankan oleh SPPG Desa Kebondalem melalui Yayasan Srikandi Langgeng Makmur yang baru beroperasi sekitar satu bulan.
Layanan tersebut menjangkau lebih dari 1.700 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Rinciannya, SMP/MTs sebanyak 422 siswa, SMA/SMK 102 siswa, SD/MI 920 siswa, TK/BA 112 siswa, serta PAUD 161 siswa.
Listiana menyebut, pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan penghentian distribusi dilakukan.
Keputusan lanjutan masih menunggu kebijakan dari Badan Gizi Nasional.
“Menunggu kebijakan dari BGN,” tegasnya.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 139 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (9/4).
Dari jumlah tersebut, hingga kemarin masih terdapat 28 siswa yang menjalani perawatan inap di fasilitas kesehatan.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto