PACITAN – Menteri Agama RI Nazaruddin Umar menyatakan dukungannya terhadap usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Abdul Manan Dipomenggolo.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri haul di Makam Sarean Gede, Desa Semanten, Pacitan, kemarin (16/4).
Kehadiran menag menjadi momentum penting dalam mengenang jasa pendiri Pondok Pesantren Tremas sekaligus memperkuat nilai keteladanan ulama.
“ Saya kebetulan satu dari tujuh orang yang ditunjuk Presiden untuk menjadi tim penilai calon pahlawan nasional. Insya Allah, tokoh yang direkomendasikan bukan orang sembarangan, seorang ulama besar,” ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, Nazaruddin juga mengingatkan tentang makna kematian dalam perspektif Islam.
Ia mengutip ajaran Alquran mengenai fase kehidupan manusia, mulai dari alam arwah, rahim, dunia, hingga alam barzah sebelum menuju akhirat.
“Orang di alam barzah itu masih hidup dalam dimensi yang berbeda. Karena itu, haul menjadi sarana untuk mendoakan sekaligus mengambil teladan,” jelasnya.
Pengasuh Pondok Tremas Pacitan Luqman Harist Dimyathi menyebut KH Abdul Manan Dipomenggolo sebagai tokoh penting dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Ia menjelaskan, ulama tersebut merupakan pendiri Pondok Pesantren Tremas pada 1830 dan memiliki peran besar dalam dakwah Islam di Nusantara.
“Beliau juga termasuk generasi awal ulama Nusantara yang menuntut ilmu di Al-Azhar, Kairo, Mesir,” terangnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto