PACITAN – Kabupaten Pacitan dilanda rentetan bencana tanah longsor dalam beberapa hari terakhir.
Cuaca ekstrem di masa peralihan musim atau pancaroba menjadi pemicu utama kejadian tersebut.
Meski secara kalender telah memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas tinggi masih kerap mengguyur wilayah setempat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan kondisi cuaca saat ini masih sangat dinamis.
“Cuaca masih dinamis karena peralihan musim,” ujarnya, kemarin (17/4).
Ia mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Potensi longsor dan banjir masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
“Masyarakat harus tetap berhati-hati,” tuturnya.
Berdasarkan data BPBD, longsor terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Tegalombo, Bandar, dan Nawangan pada Selasa (14/4).
Dari wilayah tersebut, Kecamatan Bandar dan Nawangan menjadi daerah paling terdampak.
Sedikitnya 70 kejadian bencana tercatat, dengan 10 warga terpaksa mengungsi.
Selain merusak rumah warga, longsor juga menyebabkan akses jalan sempat terputus dan mengganggu aliran listrik di tiga desa.
Camat Nawangan Sukarwan menyebut jalur provinsi Pacitan–Purwantoro kini sudah kembali bisa dilalui.
Namun, beberapa akses jalan antar desa masih tertutup material longsor.
“Pendataan masih terus dilakukan,” pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto