Jawa Pos Radar Pacitan – Drainase perkotaan Pacitan mulai “sesak”. Sedimentasi menumpuk dan mengancam kapasitas saluran, berpotensi memicu banjir saat hujan deras.
Pengerukan darurat dilakukan di Lingkungan Gantung, kemarin (26/4). Warga bergotong royong bersama petugas membersihkan endapan yang menghambat aliran air.
Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum DPUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho mengatakan, sekitar dua dump truck sedimen berhasil diangkat dari saluran.
“Sekitar dua dump truck sedimen berhasil diangkat,” ujarnya.
Namun, langkah tersebut belum menjadi solusi jangka panjang.
Tonny menyebut pihaknya tengah mengkaji pembangunan sediment trap untuk menahan endapan sebelum masuk ke saluran utama.
Sistem tersebut dinilai lebih efektif dalam mengurangi penumpukan material yang berpotensi menyumbat drainase.
“Fasilitas ini untuk menahan endapan sebelum masuk ke saluran utama,” jelasnya.
Pembangunan sediment trap diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar hingga Rp 5 miliar per titik. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto