Jawa Pos Radar Madiun - Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (PLN NP UP) Pacitan menggelar aksi nyata yang langsung menyentuh lingkungan pesisir.
Sebanyak 400 bibit cemara udang dan pandan laut ditanam di sepanjang kawasan Pantai Pancer Dorr pada Selasa (28/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi yang mengusung tema “Kekuatan Kita, Planet Kita”. Tak hanya menanam, kegiatan ini juga diisi dengan aksi bersih pantai untuk mengurangi sampah di area pesisir.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pacitan, instansi pemerintah, hingga karyawan PLN NP UP Pacitan.
Senior Manager PLN NP UP Pacitan, Munif, terlihat turun langsung bersama peserta dalam proses penanaman pohon di sepanjang garis pantai.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi bersama.
Baca Juga: Instruksi Tegas Sultan HB X: Daycare Ilegal di Yogyakarta Wajib Ditutup, Ini Alasannya
Aksi Rutin yang Konsisten Dilakukan
Manager Business Support PLN NP UP Pacitan, Maida Muzayyanah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan program rutin tahunan.
“PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Pacitan menyelenggarakan bersih pantai dan penanaman cemara laut sebanyak 400 bibit di Pancer Dorr. Ini wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Pacitan,” ujarnya.
Komitmen ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah operasionalnya.
Pemilihan cemara udang dan pandan laut bukan tanpa alasan. Kedua jenis tanaman ini memiliki peran penting bagi ekosistem pesisir.
“Cemara udang dan pandan laut sangat penting untuk kawasan pantai karena dapat membantu menahan abrasi, menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus memperindah kawasan wisata, serta habitat penyu,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.
Tidak hanya berhenti pada momentum Hari Bumi, semangat ini diharapkan bisa menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini merupakan event rutin setiap tahun. Harapannya semangat menjaga bumi tidak berhenti hari ini saja, tetapi menjadi budaya bersama,” tandasnya. (uci/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani