Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

133 Kasus Leptospirosis di Pacitan, DPRD Wanti-Wanti KLB

Nur Cahyono • Minggu, 3 Mei 2026 | 15:00 WIB
Anggota Komisi II DPRD Pacitan Warkim Sunarto
Anggota Komisi II DPRD Pacitan Warkim Sutarto

Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman leptospirosis di Pacitan kian serius.

Dinas kesehatan (dinkes) mencatat 133 kasus penyakit yang ditularkan hewan pengerat tersebut.

DPRD pun mengingatkan potensi kejadian luar biasa (KLB) jika tidak segera ditangani secara cepat dan terpadu.

Anggota Komisi II DPRD Pacitan Warkim Sutarto menegaskan, lonjakan kasus itu harus direspons dengan langkah konkret.

“Situasi ini berpotensi menjadi KLB, harus ditangani cepat, terpadu, dan menyeluruh,” ujarnya, Minggu (3/5).

Baca Juga: Leptospirosis Tewaskan Warga Magetan, Tiga Kasus Ditemukan

Dia meminta dinkes memperkuat sistem surveilans hingga tingkat desa. Termasuk, meningkatkan deteksi dini dan pelacakan kasus aktif.

“Kecepatan dan akurasi pelaporan juga harus ditingkatkan,” ungkap dokter yang juga politikus Partai Demokrat itu.

Menurut Warkim, pengendalian leptospirosis tidak bisa dilakukan satu sektor saja.

Keterlibatan lintas instansi dinilai krusial. Mulai dari dinas lingkungan hidup, pemerintah desa, hingga masyarakat.

Upaya yang didorong mencakup pengendalian populasi tikus, perbaikan sanitasi lingkungan, serta pengelolaan sampah dan drainase.

Baca Juga: Leptospirosis Merebak di Pacitan, 47 Kasus dalam Empat Bulan

“Ini tidak bisa ditangani satu pihak saja. Harus ada kolaborasi,” tegasnya.

Di sisi lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menutup makanan agar tidak terkontaminasi kencing tikus, serta menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area berisiko seperti sawah atau genangan air.

Gejala leptospirosis juga perlu diwaspadai. Antara lain demam tinggi, nyeri otot, mata merah, hingga perubahan warna kulit menjadi kekuningan.

Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Dengan deteksi dini dan penanganan cepat, penyebaran bisa dikendalikan,” pungkasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kasus leptospirosis #KLB Pacitan #leptospirosis pacitan #dinkes pacitan #DPRD Pacitan