Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Porang Rp 10.500, Petani Pacitan Hadapi Tantangan Pasar

Nur Cahyono • Minggu, 3 Mei 2026 | 19:00 WIB
Petani porang di Pacitan mengelola lahan. Komoditas ini bernilai ekonomi tinggi meski tantangan pasar masih fluktuatif. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Petani porang di Pacitan mengelola lahan. Komoditas ini bernilai ekonomi tinggi meski tantangan pasar masih fluktuatif. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Komoditas porang di Pacitan masih menjanjikan dari sisi ekonomi.

Namun, persoalan pemasaran menjadi tantangan utama bagi petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Agus Rustamto, menyebut harga porang saat ini berada di kisaran Rp10.500 per kilogram.

“Porang punya potensi ekonomi, harga saat ini Rp10.500 per kilogram,” ujarnya, Minggu (3/5).

Menurut Agus, dari sisi budidaya, tanaman porang relatif mudah dikembangkan dan tidak menghadapi kendala berarti.

Baca Juga: Warga Pacitan Tangkap Maling Porang, Sudah Beraksi Lebih dari 10 Kali

Namun, dinamika pasar menjadi persoalan tersendiri bagi petani.

“Tantangannya justru di pasar, karena harga dan syarat penjualan sering berubah-ubah,” jelasnya.

Fluktuasi harga serta perubahan persyaratan penjualan membuat petani harus lebih adaptif dalam memasarkan hasil panen.

Kondisi itu dinilai memengaruhi kepastian keuntungan yang diterima petani.

Data DKPP menunjukkan, luas lahan porang di Pacitan telah mencapai 1.104 hektare.

Baca Juga: Pabrik Porang Ketiga Dibangun di Saradan, Bupati Madiun: Petani Harus Untung

Sebarannya meliputi Kecamatan Bandar, Nawangan, Tegalombo, Tulakan, Ngadirojo, dan Sudimoro.

Secara geografis, wilayah Pacitan dinilai cocok untuk pengembangan porang karena memiliki hutan rakyat yang luas.

Tanaman ini tumbuh optimal di bawah naungan pohon tegakan seperti sengon.

DKPP juga terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL), mulai dari teknik budidaya hingga proses sertifikasi.

“Pendampingan kami lakukan dari hulu sampai hilir,” tandas Agus. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#porang Pacitan #budidaya porang #pertanian pacitan #DKPP Pacitan #harga porang