Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Puluhan Rumah di Pacitan Terancam Erosi Sungai Prancak, Warga Minta Penanganan Permanen

Nur Cahyono • Senin, 4 Mei 2026 | 08:30 WIB
Kondisi tanggul Sungai Prancak di Ngadirojo yang tergerus erosi dan mengancam permukiman serta fasilitas umum di sekitarnya. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Kondisi tanggul Sungai Prancak di Ngadirojo yang tergerus erosi dan mengancam permukiman serta fasilitas umum di sekitarnya. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Kondisi tanggul Sungai Prancak di Dusun Prancak, Desa Cokrokembang, kian mengkhawatirkan.

Erosi yang terus terjadi membuat tanggul tergerus dan berpotensi jebol. Dampaknya, puluhan rumah warga hingga fasilitas umum terancam.

Salah satu warga, Jawadi, menyebut risiko yang ditimbulkan bisa meluas jika tanggul tidak segera diperkuat.

“Kalau tanggul jebol, dampaknya bisa meluas sampai satu kecamatan,” ujarnya, kemarin (3/5).

Baca Juga: Kunjungi Pacitan, Wamendagri Dorong Sport Tourism 2026

Selama ini, penanganan darurat memang sudah dilakukan. Namun, laju erosi belum terkendali.

Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Sejumlah fasilitas umum juga berada dalam zona rawan. Di antaranya SMPN 1 Ngadirojo, puskesmas, hingga kantor kecamatan yang lokasinya tidak jauh dari aliran sungai.

Tak hanya itu, erosi juga telah menggerus beberapa hektare lahan pertanian milik warga.

Baca Juga: Harga Porang Rp 10.500, Petani Pacitan Hadapi Tantangan Pasar

Bahkan, kondisi tanggul yang terus tergerus nyaris memutus akses jalan di kawasan tersebut.

“Hampir memutus akses jalan juga. Mudah-mudahan pihak terkait mendengarkan warga,” tambah Jawadi.

Menurutnya, kebutuhan penanganan tanggul mencapai sekitar 600 meter.

Dari jumlah tersebut, sepanjang 400 meter menjadi prioritas karena kondisinya paling kritis.

Baca Juga: 2.500 RTLH di Pacitan Dibedah, Target Rampung Juli 2026

Dia juga mengingatkan kejadian serupa di masa lalu. Pada 1995, pagar SMPN 1 Ngadirojo sempat roboh akibat luapan Sungai Prancak.

Sementara itu, Camat Ngadirojo, M. Taufik Effendi, mengatakan pihaknya telah menggelar rembug warga untuk membahas persoalan tersebut.

Forum yang digelar Jumat (1/5) itu melibatkan warga, pemerintah desa, anggota DPRD, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“Warga berharap ada langkah konkret yang bersifat permanen untuk mencegah potensi bencana banjir,” pungkasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#erosi Sungai Prancak #pacitan bencana #banjir pacitan #tanggul jebol #Ngadirojo Pacitan