Jawa Pos Radar Pacitan – Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Pacitan belum maksimal.
Armada mobil tangki air milik BPBD masih terbatas, bahkan sebagian tidak bisa digunakan.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyebut dari total empat unit mobil tangki, hanya dua yang siap operasional.
Sisanya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
“Total empat unit mobil tangki, dua ready digunakan dan dua butuh perawatan,” ujarnya, kemarin (4/5).
Baca Juga: 59 Desa di Pacitan Terancam Kekeringan, Penanganan Tahun Ini Diprediksi Lebih Berat
Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari ban aus, aki tidak optimal, hingga kerusakan mesin.
Bahkan satu unit mobil tangki sudah tidak dapat dijalankan sama sekali.
Di sisi lain, potensi kekeringan di Pacitan cukup luas.
Berdasarkan data BPBD, sebanyak 34 desa masuk kategori rawan dengan sebaran mencapai 102 dusun.
“Kondisi ini menjadi tantangan dalam penanganan kekeringan tahun ini,” imbuhnya.
Baca Juga: Ancaman Kekeringan Ekstrem, BPBD Ponorogo Siapkan Sumur Bor dan Dropping Air
Keterbatasan anggaran belanja tidak terduga (BTT) menjadi kendala utama dalam perbaikan armada.
Akibatnya, BPBD masih harus mengandalkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Diperkirakan, kebutuhan distribusi air bersih akan meningkat mulai Agustus mendatang, seiring masuknya puncak musim kemarau.
“Distribusi air biasanya meningkat signifikan setelah pertengahan musim kemarau,” pungkas Erwin. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto