Jawa Pos Radar Pacitan – Joko Nuryanto, warga Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, yang sebelumnya mengalami gangguan kejiwaan kini dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama empat bulan di Lamongan.
Kemarin (7/5), Joko dipulangkan kembali ke keluarganya didampingi jajaran Polres Pacitan.
Joko menjadi pasien terakhir dari lima warga Pacitan yang sebelumnya dibawa menjalani rehabilitasi mental di pesantren milik Purnomo.
Dari seluruh pasien, kondisi Joko disebut paling berat.
Kini, pria tersebut tampak sudah mampu berkomunikasi normal dan menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang membantu proses pengobatannya.
“Selama dirawat saya senang, makannya enak,” kata Joko.
Kapolres Pacitan, Ayub Diponegoro Azhar, mengatakan perkembangan kondisi Joko sangat signifikan dibanding sebelumnya.
Menurut dia, sebelum menjalani perawatan, Joko kerap mengamuk hingga harus dipasung dan diborgol demi keselamatan dirinya maupun warga sekitar.
“Saya berharap warga dapat menerima kembali Joko dan membantu proses pemulihan di lingkungan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Purnomo mengungkapkan Joko merupakan pasien dengan penanganan paling sulit selama rehabilitasi berlangsung.
Selama hampir tiga bulan awal perawatan, Joko disebut menolak mengenakan pakaian dan kondisi kesehatannya sempat terus menurun.
“Setelah kami komunikasi dengan orang tuanya, ternyata kalau sulit makan harus diganti roti. Setelah itu kondisinya mulai kuat dan stabil sampai sekarang,” jelasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto